Tergelitik saya jadinya membaca jeritan hati Sang Putri. Ironis ya, begitu sering kita merasa begitu bingung dengan bahasa ibu kita sendiri. Tapi lihat deh, masihkah bisa kita katakan bahasa Indonesia itu bahasa ibu kita?
Pikir lagi! (Hampir saja saya tulis dengan Think Again! Wah....) Coba kita jalan-jalan ke sekolah-sekolah kita. Masihkah diajar bahasa Indonesia di sana? Tentu tidak. Karena rata-rata dengan alih-alih menuju dunia global, setiap anak dipaksa belajar bahasa lainnya. Salahkah itu? Ya, menurut saya. Kenapa? Karena seorang anak itu akan jadi rancu pola pikir berbahasanya. itu karena secara alamiah, seorang anak lebih baik berkembang dan mengembangkan dirinya di satu bahasa dulu. Tapi saya bukan ahlinya, komentar saya di atas saya tuliskan karena buku hypnosis yang saya baca, dimana membuat saya mengerti seorang anak hingga usia 12 tahun masih menggunakan pikiran bawah sadarnya yang memiliki kekuatan 88% untuk memikirkan, menciptakan & melakukan segala sesuatu dalam sepanjang umur manusia.
Eniwei (ini bahasa indonesia dari Anyway), mari cek kotak surat elektronik kita (yang dalam bahasa Inggris Email Inbox), apakah bahasa yang kita gunakan Indonesia? Atau telepon genggam kita? Alasannya sama dengan Putri...Bingung. Lha wong download jadi mengunduh, browsing jadi ada satu istilah lagi, saya lupa perlu dicek dulu hehehehehe.....
Tidak bisa dipungkiri, bahasa Inggris dapat mengungkapkan sebuah makna kalimat dalam jumlah kata yang singkat. Hal ini berbeda dengan bahasa Indonesia. Saya sering merasakannya saat ingin membuat tulisan, terutama judul. Tapi ini sekali lagi apakah hanya satu dilema yang melanda saya atau para penulis iklan pada umumnya, saya tidak berhak menarik kesimpulan. Saya hanya meretaskan keresahan saya saja tanpa bermaksud menjeneralisasi (lagi-lagi ini bahasa Indonesia dari generalisation).
Jalan-jalan ke sekolah dalam pikiran membuat saya ingat akan sebuah acara TV. ACI alias Aku Cinta Indonesia. Masihkah itu ada di hati kita para anak muda Indonesia? Atau itu tertinggal di benak kita hanya sebagai onggokan slogan semata bahkan acara TV masa silam? Haruskah itu diganti dengan Aku Cinta Inggris? Sebab dengan berbahasalah seseorang diketahui asalnya, budaya dan budinya. Memang bahasa Inggris itu bahasa dunia yang katanya mampu membuat kita unjuk gigi di mata dunia. Tapi benarkah demikian, sementara ada bangsa yang begitu bangga dengan bahasanya secara nyata menjadi salah satu negara terkemuka dunia?
Saya rasa itu bukan alasan. Yang membuat kita bangga sebagai penduduk dunia dan layak bangga unjuk gigi di mata dunia adalah apa yang kita buat dalam hidup kita. Bagaimana kita menjalankan hidup kita, tanpa kehilangan identitas kita sebagai anak bangsa yang bangga menggunakan bahasanya.
Bagaimana menurut Anda?
Rabu, 23 Juli 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar